Yak, akhirnya di tanggal 26 Oktober 2019, saya haid. Merujuk pada postingan sebelumnya, kalo dalam dua kali periode haid saya belum hamil juga, itu artinya suami harus tes analisis sperma.

Di hari itu juga, saya langsung telpon ke HiLab (yang mana sudah diberi pengantarnya oleh dr. Enny) untuk menanyakan availability tes sperma. Alhamdulillah, ada slot untuk besok paginya, dan kami harus datang pagi-pagi sekali jam 6.30 untuk tes sperma.

pict source
Hari Minggu, 27 Oktober 2019.
Kami sampai di HiLab jam 6.30. Setelah ambil nomor antrian (tapi karena nggak ada antrian), kami langsung ke meja resepsionis. Setelah bilang kami mau tes sperma suami, suami langsung dikasih kertas kecil yang harus diisi. Rada lupa isinya apa aja, tapi yang jelas ada data kapan terakhir sperma keluar. Sebelumnya sih udah dikasih tau sama dr. Enny kalo sperma harus dikeluarin 3 hari sebelum tes sperma. Kebetulan pula suami udah terbiasa self service 3 hari sebelum weekend biar pas bebikin anak pas spermanya dalam kondisi bagus. Berhubung sehari sebelumnya saya lagi berhalangan dan suami udah terlanjur self service, jadi dadakan booking tes sperma di HiLab buat hari besoknya pun masih tetep diterima karena syaratnya udah terpenuhi. FYI, untuk tes analisis sperma di HiLab harus dengan perjanjian dulu ya, nggak bisa dadakan. Mihihihi.

Setelah isi data dan bayar biayanya, perawat cowok datengin suami saya untuk mengantar ke ruangan tempat doi bisa ngeluarin sperma. FYI, untuk tes ini, istri boleh nemenin atau bantuin suami yahh. Saya juga ikutan masuk ke ruangannya. Ruangannya sih standar, ada kasur, sofa, tv beserta cd playernya, dan ada album foto. Pas ke sana sih pas cd playernya kosong, nggak ada isinya, tv pun juga nggak bisa dinyalain. Tapi album fotonya full yakk, banyak foto mas-mas dan mbak-mbak yang... yahh.. you know lahh, yang biasa dipake para laki berimajinasi.

Lalu perawatnya ngasihin wadah untuk sperma dan berpesan kalo bisa sperma jangan sampe tercecer. Trus nanti juga harus ditulis jam berapa sperma keluar, utuh atau tercecer, metode yang dikeluarkan (sendiri atau sama istri). Maksudnya sama istri di sini tuh suami istri boleh berhubungan, makanya disediain kasur. Tapi tetep dikeluarin di luar ya (yaiya lahh!). Berhubung saya lagi haid, jadi bantuinnya dikit-dikit wae ya mehehe.
FYI: kalo bisa spermanya utuh ya, jangan tercecer karena volume sperma juga jadi bahan analisis.

OKAY. Setelah selesai dan semua info dicatat, saya dan suami balik lagi ke resepsionis buat kasihin wadahnya. Kami boleh pulang dan hasil bisa diambil 2 hari kemudian.
Seharusnya hasil bisa diambil di hari yang sama. Tapi nggak tau tuh kok resepsionisnya bilang harus nunggu 2 hari. Besoknya saya telpon, ternyata hasilnya bisa diambil malemnya. Untunglah, jadi nggak perlu nunggu 2 hari.

Begitu dapet hasilnya, saya langsung kontak dokter Enny dan langsung disuruh kontrol malem itu juga. buset! Cepet amat yak! Karena terlalu dadakan, akhirnya saya mundurin jadi di 29 Oktober 2019.

Hari  Selasa, 29 Oktober 2019.
Prakteknya ternyata libur karena dokter Enny lagi ada tindakan emergency. Jadilah diundur besok sorenya.

Hari Rabu, 30 Oktober 2019.
Kontrol ke dr. Enny jam 15.00. Antriannya belum banyak, jadi nggak terlalu lama. Tapi (teteup) 1 jam kemudian baru bisa masuk, biasa lah namanya juga endonesa jam karetnya kaga bisa dihindari.
Begitu saya masuk, dr. Enny langsung ngeliat hasil analisis sperma suami. Kata dokter, sperma suami berada dalam jenis Normozoospermia yang artinya normal (padahal saya juga udah googling juga sih cara baca hasilnya, tapi denger dari dokter rasanya lebih plong).  Alhamdulillah ye sis.
Setelah memastikan bahwa sperma suami normal, dr. Enny langsung kasih pengantar untuk tahap akhir pemeriksaan promil, yaitu tes HSG. Nah, baru tau deh kenapa disuruh buru-buru kontrol ke dr. Enny, karena tes HSG harus dilakukan setelah selesai haid dan sebelum masa ovulasi dimulai. Idealnya di hari ke 9-10 sejak HPHT. Dan sebelumnya harus minum antibiotik dulus selama 6hari.

Berikut yang harus dilakukan sebelum tes HSG:
1. Telepon Laboratorium untuk melakukan booking. Kebanyakan Laboratorium harus melakukan booking/janjian dulu sebelum tes HSG. Nggak bisa dadakan.
2. Potong/cukur bulu vagina sebelum tes HSG.
3. Minum obat sesuai resep dokter. Saya diresepkan antibiotik doxicyclin selama 6hari dan obat pereda nyeri yang hanya diminum 1 jam sebelum proses HSG dimulai.
4. Tidak boleh berhubungan intim dengan suami sebelum proses HSG dilakukan.

Well. Nanti akan diupdate lagi setelah tes HSG yaa. See you later!

Biaya yang dikeluarkan:
Tes Analisis Sperma: 200.000
Konsultasi dr. Enny: 75.000
Obat-obatan: 45.000 (estimasi, lupa harga pastinya karena nota hilang)
TOTAL: 320.000




Lanjutin postingan sebelumnya yak! Sebelumnya, saya sudah dikasih pengantar cek hormon progesteron dari dr. Enny. Sebelumnya saya juga bertanya-tanya, untuk apa sih cek hormon progesteron?

Progesteron adalah hormon yang menghasilkan sel telur ketika tubuh wanita sedang berovulasi. Progesteron adalah hormon yang berperan besar dalam kehamilan wanita, karena hormon progesteron berfungsi untuk menguatkan jaringan rahim ketika proses implantasi sel telur, juga menjaga kehamilan dari kehamilan ganda, menguatkan otot panggul, mengembangkan janin, dan memproduksi ASI.

Jika hormon progesteronnya rendah, maka bisa menyebabkan kemandulan maupun keguguran.

Oleh karena itu, pemeriksaan hormon progesteron itu penting banget buat yang akan memulai program hamil karena tinggi rendahnya hormon progesteron akan berpengaruh pada proses kehamilan.

pict source

Sebenernya saya dikasih pengantar ke Prodia sama dokter. Cuma karena harganya lebih murah di Laboratorium CITO, akhirnya saya pun cek ke CITO.  

Hari Selasa, 13 Agustus 2019.
Saya pergi ke Laboratorium Cito untuk periksa hormon progesteron. Bagusnya sih di pagi hari ya. Saya sampe sana jam 8pagi. Pertama yang harus dilakukan adalah ambil nomor antrian pendaftaran. Satu jam kemudian, saya pun dipanggil. Lalu saya disuruh menyerahkan KTP dan pengantar dokternya. Kebetulan saat itu, di Cito lagi ada promo diskon 5% untuk pengguna kartu debit/kredit BCA dan Mandiri (mihiiik, lumayan buat makan siang :')). Setelah menyelesaikan administrasi, saya pun masuk ke ruang pengambilan sampel untuk diambil darahnya. That's it. Prosesnya nggak nyampe 2 menit padahal antriannya sejam. Hahahaha! Okay! Lalu bisa ditinggal dan hasilnya nanti diambil jam 12 (atau bisa dicek online di webnya Cito).

Hari Selasa, 3 September 2019.
Saya pun kembali kontrol ke dr. Enny setelah sebulan sebelumnya daftar antrian (pada kontrol terakhir saya sekalian daftar untuk kontrol selanjutnya). Seperti biasa ya, antrian sekitar 2 jam lalu saya dipanggil masuk.
Kunjungan kali ini hanya sebatas konsultasi aja. Dokter hanya membaca hasil lab saya, dan mengatakan bahwa hormon progesteron saya tinggi. FYI, hormon progesteron saya sekitar 18ng/ml. Cukup tinggi untuk ukuran sel telur yang terbilang kecil (namun masih bisa matang). Itu artinya sistem reproduksi saya normal alias nggak bermasalah.

Karena sistem reproduksi saya normal, maka dokter bilang bahwa seharusnya saya bisa hamil dalam kurun waktu sekitar 2 bulan. Jika dalam dua bulan masih belum hamil, berarti suami harus tes analisis sperma.

Berikut ini tips dari dr. Enny terkait berhubungan seks , terutama bagi pasangan yang LDR:
Sperma harus dikeluarkan setiap 3-4 hari sekali supaya kualitasnya bagus (tidak terlalu tua ataupun terlalu muda). Untuk pasangan yang tidak LDR, berarti wajib berhubungan 3 hari sekali, atau seminggu 3 kali. Kalo yang LDR kayak saya dan suami gini nih, artinya suami harus self service dulu sebelum berhubungan, supaya saat tembak dalam nanti kualitas spermanya bagus. Berhubung suami pulang seminggu sekali di hari Sabtu (hubungan dijadwalkan hari minggu), jadi suami harus self service di hari Kamis. Dan tiap minggu WAJIB berhubungan ya gaes. Kan sperma bisa bertahan hidup sampe sekitar 3-5hari. Lumayan ditabung-tabungin buat masa subur.

Dokter nggak menyarankan untuk kontrol lagi, kecuali dalam dua kali periode haid saya belum hamil. Saya pun nggak dibekali resep apapun untuk ditebus. Hanya aja dokter ngasih pengantar cek sperma jika setelah dua bulan (atau dua periode haid) nggak hamil-hamil juga. Artinya, kalo sampe bulan November 2019 saya masih haid, berarti suami saya harus cek sperma dan balik lagi untuk kontrol di dr. Enny.

Saat ini saya masih berharap-harap cemas sambil nunggu jadwalnya mens di bulan Oktober. Moga-moga sih jadi ya. Tapi kalo gagal lagi, berarti saya udah ngelewatin 2x siklus menstruasi yang mana tibalah jadwal suami untuk cek sperma. Best hope banget deh saya supaya kami berdua normal (nggak ada masalah apapun di tubuh kami), at least positive thingkingnya itu memang belum waktunya aja dikasih sama Allah.

Biaya yang dikeluarkan:
Cek hormon progesteron: 450.000 (diskon 5% jadi 427.500)
Konsultasi dr. Enny: 75.000
TOTAL: 525.000

Will update this post! See you!

Setelah menikah selama 1 tahun 4 bulan, akhirnya saya memutuskan pergi ke dokter kandungan untuk mengecek apakah sistem reproduksi saya dan suami dalam keadaan baik-baik saja.

Perlu diketahui, setelah menikah, saya dan suami menjalani long distance marriage yang mana hanya bisa ketemu seminggu sekali.

Sejujurnya saya dan suami pernah menunda memiliki anak setelah menikah. Do not blame us, please, karena kami udah kenyang dipersalahkan terkait menunda anak. Menolak rejeki lah, nanti susah punya anak lah, dan lain sebagainya keluar dari mulut netijen maha benar seolah-olah mereka yang paling tau alasan kami menunda. Perlu diketahui bahwa semua itu adalah pilihan hidup masing-masing, toh kami juga nggak pernah ngatain orang lain yang berkaitan dengan anak/marriage life. Okay, balik lagi ya ke topik. Setelah 5 bulan menunda, pada Agustus 2018 saya dan suami sepakat untuk tidak lagi menunda punya momongan.

Nah, dari Agustus 2018 sampai Juli 2019, terhitung hampir satu tahun kami merencanakan punya anak dan belum dikabulkan sama Yang Maha Kuasa. Konon katanya, jika sudah lebih dari satu tahun belum hamil, sebaiknya diperiksakan ke dokter obgyn/kandungan untuk memastikan bahwa sistem reproduksi keduanya dalam keadaan baik-baik saja. Jadilah saya cari-cari referensi dokter yang kira-kira bagus untuk promil dan pilihan saya jatuh pada dr. Enny S Pamuji Sp.OG yang tempat prakteknya di Jl. Laksda Adi Sucipto, timurnya Transmart Maguwo, sebelum pertigaan ringroad. Beliau juga praktek di rumah sakit JIH.

Masalahnya adalah, untuk periksa ke dokter Enny perlu kesabaran yang luar biasa karena antrinya aja bisa sampe sebulan (katanya). Maka dari itu saya sudah daftar di tanggal 10 Juli untuk periksa di tanggal 26 Juli. Setelah dikonfirmasi bahwa saya akan konsultasi promil, adminnya nggak membolehkan saya daftar sebelum saya haid. Padahal seharusnya di tanggal 10 itu saya udah haid. Lagi harap-harap cemas ceritanya. Hmmm.. ya sudah lah.

Akhirnya di tanggal 18 Juli saya pun haid hari pertama (KEBAYANG DOOONG telat 8 hariiii! ah sudah biasa!) dan langsung daftar ke dokter Enny. Admin menyarankan saya untuk periksa di tanggal 30 Juli yang diperkirakan sebagai masa subur.

Tanggal 30 Juli adminnya kembali SMS untuk konfirmasi kedatangan (supaya jika kita nggak jadi periksa, bisa dialihkan ke pasien lain yang masih ngantri). Konfirmasinya sampe ke jam kedatangan segala lho, jadi kita harus infoin kita bakal kira2 nyampe sana di jam berapa.


Hari Selasa, 30 Juli 2019.
Sampai di praktek dr. Enny S Pamuji, Sp.OG pukul 17.40. Saya langsung ke bagian administrasi untuk konfirmasi kedatangan. Setelah itu saya disuruh menunggu panggilan. Tidak diberi nomor antrian ya, jadi nggak tau kita ada di urutan nomor berapa. Tapi bisa ditanyakan ke susternya kok, kita ada di antrian berapa.

Sekitar 2 jam, saya dipanggil ke bagian administrasi. Karena saya pasien baru, jadi saya disuruh melengkapi data-data diri, termasuk data suami juga. Suster menanyakan keperluan saya apakah untuk periksa kandungan, promil, atau keperluan lain. Setelah saya jawab bahwa saya ingin promil, susternya menanyakan riwayat kesehatan saya, misalnya: ada riwayat asma, gondok, diabetes, hipertensi, mata minus, dan lain sebagainya yang sepertinya ada hubungannya dengan proses kehamilan. Suster juga menanyakan apakah saya pernah keguguran, pakai pembalut apa, pakai pembersih miss V atau tidak, LDR dengan suami atau tidak (jika ya, ketemu berapa minggu sekali), nyeri haid atau tidak, dan juga tanggal haid pertama selama 4bulan terakhir. Setelah itu, saya ditensi dan ditimbang. Kemudian disuruh menunggu lagi untuk ketemu dokternya.

Sekitar setengah jam kemudian saya masuk ke ruangan dokter. Dokternya langsung menyuruh saya untuk melepas celana dan tidur di kasur periksa. kemudian perut bagian bawah dioles gel dan proses USG dimulai. Dokter menjelaskan dengan sangat jelas dan sangat cepat, jadi kita harus bener-bener nyimak dengan baik. Alhamdulillah, rahim saya bersih nggak ada kista atau apapun. Kemudian saya di USG Transvaginal, di mana miss V dimasuki sebuah alat. Lumayan nyeri ya saat dimasukin alat tersebut bwehehehe. Lalu di layar mulai kelihatan sel-sel telur yang ada di dalam indung telur. Hanya aja karena sel telur saya kecil-kecil, maka bisa jadi itu penyebab saya belum hamil. Tapi saat di USG, ada satu sel telur yang agak besar (tapi tetep aja di bawah ukuran normal) yang sepertinya sudah mulai matang.

USG pun selesai. Dokter menyarankan saya untuk tes hormon progesteron pada tanggal 13 Agustus 2019 dan kembali kontrol lagi di tanggal 3 September 2019. Saya juga diberikan pengantar periksa ke laboratorium.

Berikut ini adalah anjuran dan pantangan dari dokter supaya bisa cepat hamil:
- Olahraga 3 hari sekali (misalnya sepedaan, lari, jalan, renang) tanpa berhenti minimal sepuluh menit atau sampai capek.
- Berhubungan intim dengan suami juga 3 hari sekali. (saya udah bilang sama dokternya kalo saya LDR cuma bisa seminggu sekali dan dokternya bilang nggak papa hahaha)
- Perbanyak makan sayur dan buah, minimal 3x sehari
- Stop makan daging bakar (sate, steak, dll). Kalo gulai, tongseng, bakso masih boleh. Yang penting dagingnya matang dan nggak dibakar.
- Stop sabun antiseptic, daun sirih, pembalut yang ada antiseptic, mint, daun sirih, semuanya di stop.
- Sabun mandi diganti pakai sabun kecantikan (Lux, Biore, dll) nggak boleh pake sabun macem lifebuoy, nuvo, yang sabun anti bakteri pokoknya nggak boleh.
- Sering-sering membasuh miss V pake air dan jangan pake sabun. kalo bisa 5gayung atau lebih saat mandi.

Dokter kasih resep vitamin 20 tablet dan boleh beli diluar kalo udah habis. Nama vitaminnya Prenatin DF yang diminum sehari sekali di malam hari setelah makan. Kalo vitaminnya habis, boleh beli lagi di apotek.

By the way, dr. Enny selalu membiasakan pasiennya untuk mencatat apa aja yang beliau jelaskan/sarankan. Jadi di mejanya selalu ada kertas kosong dan pulpen yang bisa dipake pasiennya untuk mencatat. Beliau menjelaskan dengan sangat cepat tapi juga sangat jelas (maklum, pasiennya banyak sis!). Saya sih cukup senang ya kontrol di dr. Enny, karena beliau cukup pintar menjelaskan mengenai program hamil yang sedang saya jalani. Ah iya, kalo ada pertanyaan, harus tunggu dulu sampe dokternya selesai jelasin yak, karena beliau terlihat nggak suka kalo penjelasannya dipotong. Lagian, nggak sopan lho motong-motong penjelasan orang. mihihihi!

Okay, will update this post later yaa. Setelah ini harus cek hormon progesteron dulu dan kemudian kontrol lagi ke dr. Enny. Wismilakk!


Biaya yang dikeluarkan:
Pendaftaran Pasien Baru : 10.000
Konsultasi, USG 2D & TransV : 125.000
Vitamin Prenatin DF 20tablet : 100.000
Lain-lain : 2.000 (nggak tau sih ini biaya apa, tapi kayaknya biaya kartu berobat)
TOTAL: 237.000






Karena udah lama sekali nggak piknik ke pantai, akhirnya geng tarzan kecil memutuskan buat pergi ke pantai saat natal. This is very first time for all since all of us (kecuali dekyum) have been an employee. Dulunya kan masih banyak yang selow, sekarang semuanya udah kerja termasuk gue, masdep, dan sikunir yang kerjanya jauh di jakarta.

Bhaiqlah. Kita memutuskan untuk pergi ke Bukit Kesirat.


Setelah dilanda drama karena ada ramalan dari temennya bos saya yang bilang kalo bakal ada musibah di pantai, beliau menyarankan ke saya dan temen-temen se divisi untuk nggak pergi ke pantai dulu. Saya pun bilang sama para tarzan kalo saya takut juga sama ramalan itu. Hiks. Lalu akhirnya kami keukeuh tetep berencana berangkat karena rencananya udah dari beberapa bulan sebelum yeuu. Mana kita ga pernah piknik pula, rasanya udah eeuuugh! Pengen segera piknik!!
Ps. Ternyata ramalannya beneran kejadian di Anyer. Yang korbannya artis dan pemain band itu lho. Astaghfirullah, nggak pengen percaya ramalan tapi kok tetep aja kejadian ya? 
Natal pun tiba. Kami pun berangkat. Kali ini ogut kebagian nyiap-nyiapin peralatan kemping dan segala macamnya. Hyuk! Bhaiq! Setelah semuanya siap, kami pun berangkat. Perjalanan ke Bukit Kesirat cukup lancar. Nggak hujan, nggak macet. Karena tujuannya ke Bukit Kesirat, maka kita lewatnya jalan imogiri, bukan jalan wonosari. Heuuu. 
Kebodohan pertama. Di perjalanan, baru inget kalo ogut lupa bawa nasi dan minyak goreng. Akhirnya kami berhenti dulu di jalan buat beli nasi sama margarin. Sekalian beli sendok karena juga lupa bawa.
Cuss lagi. Akhirnya kami pun sampai setelah perjalanan sekitar 2 jam. Kami pun leha-leha sebentar nikmatin pemandangan di atas bukit. Di Kesirat pun masih ramai beberapa orang yang lagi piknik juga. Sampai matahari akhirnya tenggelam dan orang-orang mulai pada pulang, akhirnya kita pun mulai mendirikan tenda.


sampah selalu ditemukan di mana-mana!!!!
Kebodohan kedua. Baru inget kalo lampu tendanya belum diisi baterai. Dan nggak bawa baterai pula. Hm. Bagooos! Too stupid yaaakk, mbakdiiir! Oke lah. Akhirnya sebagai misi tanggung jawab, ogut merelakan hape yang masih baru dan baterai penuh untuk dijadiin lampu tenda.
Kebodohan ketiga. OGUT LUPA BAWA GAS DOOOOONG!!! yakk!! Trus mau ngopi pake apa?? Trus besok mau sarapan pake apaaa??

Di situ sikunir dan dekyum mulai pandang-pandangan sambil ketawa maksa, seterpaksa menjalani malam itu tanpa kopi. Ekekekeekekek maapkeuun ogut mantemaan! Sebagai misi tanggung jawab (again), saya pun naik ke warung terdekat untuk minta air panas supaya kita tetep bisa ngopi.
Apesnya, malem itu hujan. So, kita ga bisa ke mana-mana selain membusuk di tenda. Euuu! Ya sudah. Nggak ada pilihan lain kecuali diem di tenda. Makan pun akhirnya di tenda. Untungnya saya udah bikin sate usus rada banyakan (yang rencananya mau dibakar sambil ngopi-ngopi). Boro-boro dibakar, hujannya aja nggak terang-terang. Kayunya juga ga bakal kebakar. Minimal kalo enggak hujan sih, masih bisa bikin air panas dari api kayu yess. Hm. Ya sudahlah. Akhirnya kita pake sate ususnya buat lauk makan nasi. Laper juga bok!
Setelah makan dan ngobrol ngalor ngidul sekaligus curcol dan receh nggak jelas, kami pun akhirnya molor. Tapi ternyata kami nggak bisa bobo nyenyak karena hujannya deres banget! Plus angin kenceng bikin tenda kebat kebit mulu. Mana tenda kita yang udah waterproof nggak bisa nahan rembesan hujan saking deresnya. Ketika itu, akhirnya kami semua bangun dan duduk di sudut tenda, menjaga supaya tenda nggak roboh. Karena rembes, sudah pasti kitanya basah juga dong, karena kan nempel di tenda. Eh kok kita? Ogut ga nempel di tenda ding, jadinya nggak ikutan basah.
Beberapa jam kemudian, setelah hujan kira-kira udah mulai redaan, kami pun bobo. Lumayan rada lama bobonya sebelum akhirnya hujan lagi dan anginnya bikin kebat kebit lagi. Ya ampun! Trus akhirnya kita nyadar kalo posisi tenda kita ternyata langsung menghadap ke pantai. Nggak ada halangan batu/pohon/lainnya sehingga bikin tenda kita kayak gempa bumi padahal cuma kena angin doang. Lalu kita pun akhirnya mindahin tenda. Di tengah hujan. Asal cabut patok lalu tarik tendanya ke tempat yang lebih aman. Fyuhhh!
Setelah malam yang panjang dan cukup mencekam, akhirnya kita pun bisa juga bobo dengan hati was-was sampai pagi akhirnya datang. ALHAMDULILLAH! Dawn finally coming! Kita mulai bangun sambil bersyukur karena berhasil melewati malam yang mencekam (padahal cuma hujan dan angin doang! Ampyuun!). Tenda pun dibuka dan kita mulai jalan ke bibir tebing. Menghirup pagi. Merasakan kabut yang mulai pudar. As I said in many blog posts, I really love enjoying the dawn at the beach. Rasanya tuh kayak bisa menghirup udara yang bersih, bisa hirup sepuasnya, dan setelah itu bisa lega banget. Terluuv deh pokoknya. Bwehehe.

Matahari pun akhirnya mulai naik. Kita mulai kebingungan karena nggak bisa nyiapin makanan. Yakali, gas pun tak ada. Alhasil, kita pun lirik sana-sini, dan berhasil nemuin serombongan mbak-mbak yang juga camping bareng kita. Mereka keliatan udah beres masak, jadinya kita pun datengin mereka untuk, yaahh, kali aja mereka mau bantu kita buat jual gasnya ke kita. Hiks. Melas temen yak! Tapi, mbak-mbak yang di sana baik bangeeet, kita dikasih satu gas yang masih full, gratis pula! Uhhh, makasih kakak! Akhirnya kita bisa masak air dan goreng-goreng tempe yang udah kita bawa. Ga perlu buang-buang makanan deh. Cuma bahan sopnya doang yang nggak kita masak karena kita nggak punya nasi lagi. Alhamdulillah, ga kelaperan. Hahaha!

barang-barang yang udah dipacked buat otw pulang

First camping as husband and wife. Muehehehe!




Sebenernya udah engga kaget lagi sih sama keadaan camping yang begini karena saya jarang banget dapet keadaan yang bagus saat camping di pantai. Selalu aja hujan, mendung, dan kalau pun cerah tetep aja nggak dapet sunset/sunrise. Tapi ya sudah lah. Next trip, moga-moga bisa camping dengan normal sebagaimana mestinya, cerah, bisa nyalain api unggun, bakar-bakar makanan, bobo nyenyak, dan paginya bisa menikmati sunrise dari sudut pantai. Hehehehe AAMIIN!


See you at my another journey!




Pouchy. Salah satu kucing saya di rumah
Baru semalam saya lihat status WA temen saya tentang seekor kucing yang kedua kaki depannya dipotong. Karena gambarnya disensor sama temen saya, akhirnya saya pun ke akun terkait untuk melihat gambarnya dan baca beritanya.

JAHAT!

JAHAT BANGET!

Sumpah, itu yang motong kaki kucing bener-bener nggak punya pikiran dan perasaan! 

Apakah si tersangka itu nggak mikir bahwa kucing itu bukan manusia yang bisa mikir??? Sumpah! Saya nggak ngerti lagi sama pikiran si tersangka!

Apapun kesalahan si kucing, nggak sepantasnya tersangka melakukan hal yang kejam, apalagi sampe hati buat motong KEDUA KAKINYA! Bahkan pencuri yang berwujud manusia aja-yang notabene punya otak dan terbelenggu aturan tentang mencuri-nggak dihukum dipotong tangannya. Lha ini? Kucing yang (mungkin/bisa jadi) mencuri sesuatu-yang notabene tidak terbelenggu aturan dan sudah lumrah baginya mencari makanan untuk bertahan hidup- kenapa dipotoooong??

Haloo? Tersangkaa? Punya otak nggak?

Kucing itu hewan. Yang nggak bisa mikir. Cuma punya perasaan tanpa bisa mikir. Dia nggak tau apakah yang dilakukannya salah atau engga. Tapi dia bisa senang dan sedih! Dia punya perasaan. 

Dan gimana caranya si kucing bertahan hidup nantinya?

Kadang saya juga ga habis pikir sama orang-orang yang suka nyiksa binatang. Apa mereka nggak punya rasa kasihan? Binatang itu juga ciptaan Tuhan lho! Mereka punya hak yang sama untuk berkembangbiak juga hidup bahagia di habitatnya. Kalo emang nggak suka sama hewan, ya jangan deket-deket. Kalo sekiranya mengganggu ya cukup diusir. Gosh! Kucing diusir aja udah lari ketakutan. Ini sampe dipotong kakinya? Omg, my tears can't stop to see that fucking bad thing happened! Lihat kucing saya cegukan sebelum meninggal karena sakit (hamil di usia muda dan anaknya mati di dalem perut lalu keracunan si anak) aja saya sedihnya ngga ketulungan. Apalagi ini!! Ya Allah.. Bahagiakanlah kucing itu..

Saya punya kucing beberapa tahun silam. Sepasang. Yang satu mati, tintin, karena keracunan anaknya yang udah duluan mati dalam kandungan. Yang satunya, coti, hilang dua tahun kemudian. Saya sayaaang sekali sama mereka berdua, walaupun itu kucing punya mama, bukan punya saya. Kucing itu hewan yang baik, nurut, dan no reason to hurt them. 

Beberapa bulan terakhir ada kucing liar yang sering dateng ke rumah. Akhirnya dipelihara di rumah sama mama. Dikasih nama Kecil. Si kecil ini nakalnya minta ampun. Saya suka kesel banget. Sukanya ngerebutin makanannya Poci, kucing liar lain yang juga sering ke rumah. Apalagi setelah melahirkan, doi demen banget lihat-lihat spot-spot di rumah, mungkin buat mindahin anak-anaknya ke tempat yang lebih hangat dan aman. Tapi biar nakal, saya paling nggak tega liat Kecil telat makan. Dia ngeong dikit aja saya langsung meleleh rasanya. Saya juga ngga tega kalo liat Poci lagi tiduran di teras, matanya kadang suka sendu gitu. Entah apa yang lagi dirasain, yang jelas dia nggak sebahagia Kecil.

Guys! Kita bakal dapet pahala yang gede kalo kita sayang sama hewan. Tapi kita juga bakal dapet dosa kalo kita jahat sama hewan. Dan buat tersangka, harusnya kamu tau kalo karma itu akan selalu ada. So be careful, apalagi yang kamu sakitin itu adalah makhluk yang bener-bener nggak berdaya. Yang nggak tau harus gimana setelah kakinya nggak ada. Sejahat itukah kamu? Apa kamu mau kedua kakimu dipotong supaya kamu bisa ngerasain yang dirasain si kucing?

:'(

Update terbaru (lihat di ig): katanya ada adopter yang ngecover seluruh biaya operasi si kucing dan sekalian adopt si kucing. ALHAMDULILLAH! semoga kucing itu bahagia bersama pemilik barunya dan tetep bisa tumbuh sebagaimana mestinya.


Prestige Signature Script  Demo Regular 
Mata terpejam. Mimpi pun dimulai. Entah apa maksud Tuhan menitipkan mimpi di ujung kelelahan malam. Mungkin hanya bunga tidur. Atau hanya untuk mengingatkan bahwa saat itu pernah ada.
Tak ada siapapun yang bisa memilih mimpi mana yang ingin dituju. Ketika mimpi dihembuskan, tak satupun kita bisa mengatur akhir ceritanya. Pun, kita hanya bisa menikmati. Biarpun sudut hati yang tak tersentuh akhirnya tersapu lagi.

pict source

Menjalani mimpi yang tak terduga. Tak ku sangka mimpi itu yang dipilih Tuhan untuk melepas malamku. Tak peduli apa dan bagaimana. Tapi aku tau, mungkin dengan cara itulah Tuhan memberitahuku bahwa kepingan tersebut pernah akan ditempelkan lagi. Dengan cara itu, Tuhan memberitahu bahwa mungkin saat itu pernah ada mulut yang jujur berkata.

Aku tak bisa memutuskan kapan akan mengakhiri mimpi. Ketika mataku terbuka karena mimpi telah usai, aku hanya tersenyum. Dunia sudah kembali. Sudah waktunya aku melupakan mimpi. Dan juga menutup sudut hati dengan tirai. Tak perlu dibuka lagi. Cukup dengan diam di situ saja. Sudah cukup.
Terima kasih mimpi. Telah mengingatkanku bahwa kepingan itu ada. Terimakasih telah merubahku untuk melihat kepingan itu dengan cara yang lebih positif. 

Saat ini, ku teringat ketika aku melemparkan kepingan itu. Melemparnya jauh-jauh. Ya, meskipun begitu, aku tak menyesalinya ketika Tuhan mengembalikannya padaku, meskipun hanya sekejap mimpi. Aku anggap itu merupakan cara Tuhan untuk mengajarkanku supaya tak mengingkari pemberiannya. Aku anggap itu merupakan cara Tuhan untuk mengajarkanku tersenyum ikhlas saat melihatnya :)




Waktu masih kecil, saya sering lihat gaun pengantin yang bentuknya ballgown, baik itu di kartun-kartun disney, ataupun di telenovela (yaiks!). Waktu itu rasanya saya pernah berfikir, "Aku besok kalo nikah juga pengen pake gaun begituan aaah! Kayaknya cantik deh!"

Saat saya mulai beranjak dewasa dan pelan-pelan menyadari bahwa pernikahan yang terjadi di negara dan kota saya kebanyakan menggunakan adat daerah. Yang mana kalo di Jogja itu pake paes. Hm.. Baiklah. Bayangan pernikahan pake kebaya pun mulai tersisipi. Apalagi beberapa saudara yang nikah juga semuanya pake kebaya. Pakai adat jawa. Walaupun ada yang berkerudung, tetep aja judulnya kebaya dan jawa. Orangtua saya juga semacam nggak menerima adat lain selain jawa. At that time, i was feeling like NGGAK MAU! Waktu itu saya bener-bener nggak pengen nikah pake adat. Bukan gimana-gimana sih, namanya selera orang kan masing-masing ya.. Everyone has their own wedding dreams. As I said before, saya pengennya nikah dengan gaun besar yang melambai-lambai ketika dipakai buat jalan. Yang ekornya menjuntai ke belakang, terseret-seret di karpet. Eleuh.

Okay. Waktu itu belum banyak referensi gaun nikahan yang berlengan. Rata-rata gaun nikahannya model kemben yang mana akan ditolak secara aklamasi oleh keluarga besar yang notabene muslim dan berhijab. Saat itu saya belum berhijab sih, tapi tetep aja malu kalo pake gaun kemben. Waktu itu, biarpun pahit, saya mulai melupakan keinginan menikah pake gaun.  Ya sudah lah. Yang penting tsah ajadeh. Toh, (waktu itu) calonnya juga belum ada.

Dan tiba lah  ketika ogut dilamar oleh kangmas Vido. Bayangan pernikahan yang dulu pernah layu kini pun mulai berkembang lagi. Hahahahaha! Kebetulan pula di tahun saya merencanakan pernikahan, sudah mulai banyak anak-anak temennya bokap yang nikah ala-ala inces gitu lho, yang pake gaun dan jalan ke pelaminan diiringi saxophone. Uhuuy! Bokap pun akhirnya mulai teracuni dan beliau setuju kalo saya pakai gaun yang sesuai dengan keinginan saya, apapun itu jenis gaunnya.


LAMPU IJO! Asyik! Time to hunt!

Mulailah saya kepoin berbagai macam vendor gaun yang ada di instagram.

1. SewaBridalJogja
Dari namanya, sebenernya keliatan ya kalo saya searchingnya pake hashtag/keyword yang seperti itu 😂 @SewaBridalJogja ini letaknya di Sorowajan, sekitar 1-2km selatan Ambarukmo Plaza. Agak masuk gang gitu sih. Dan, sewa gaun pengantin di sini MURAH BANGET! Relatif sih ya sebenernya kalo mahal-murah, karena ada harga ada rupa juga. Gaun di sini enggak didisplay langsung karena studionya waktu itu belum jadi (masih dibangun), jadinya masih dijadiin satu sama runah ownernya. Jadinya saat saya ke sana, saya harus buka lagi instagramnya untuk pilih gaun mana yang pengen saya cobain (nggak bisa milih langsung di display gaun), baru deh sama ownernya diambilin.

By the way, di vendor ini juga menyediakan make up juga lho untuk wedding. Ada paketannya segala, jadi kalo males ribet karena MUA nggak sepaket sama gaun, bisa nih dijadiin alternatif vendor.





Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @SewaBridalJogja

2. Gaun Jogja
Letaknya ada di jalan kaliurang. Saat saya ke studionya, rupanya vendor ini juga punya jasa fotografi yang udah cukup banyak langganannya, kalo nggak salah namanya Hiddeneyes. Saat saya ke sini, saya nggak nyobain gaunnya karena rata-rata gaunnya model kemben dan warnanya enggak sesuai sama yang saya pengen. Tapi overall, untuk gaun yang nonhijab, di sini cukup bagus.





 Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @gaunjogja

3. Amrysophia Bridal
Hampir sama dengan vendor-vendor bridal lainnya, saya hanya kepoin instagramnya aja. Belum sempat dateng ke studionya. Waktu nanya-nanya pricelist, di sini juga relatif muraaaah! Tapi waktu saya bilang kalo gaunnya buat wedding, si adminnya malah nyaranin saya untuk sewa perdana aja. Hiks. Balik lagi untuk masalah sewa-sewaan gaun ini cocok-cocokkan ya. Tergantung ke selera si penyewanya hehehe. 






  Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @amrysophiagown
 

4. Merry Ika Attire
Saya naksir berat sama gaun warna coklat beige yang dipajang di feed instagramnya Merry Ika. Cantik kaliiiiiiiii masya allah. Setelah nanya-nanya pricelistnya, saya pun cuss ke lokasi. Jadi, ternyata gaun ini adalah yang dipake mbak Merry untuk kawinannya doi, yang kemudian disewakan. Karena badannya mungil, jadinya nggak cukup di saya. Huaaaaa!!! Padahal dah pengen buangeeettt! Seriusan nggak cukup, ritsletingnya nggak mau dikancingin 😭😭😭😭😭 Ya sudah lah..
Sampe hari ini, saya masih ngerasa kalo gaun itu adalah yang paling bagus di antara semua gaun yang pernah saya survey.
ini dia gaun yang saya pengen

ini detailnya. sayang banget nggak muat!





  Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @merryikaattire

5. Jogjagown bridal
Sebenernya saya hubungi vendor ini untuk cari persewaan jas yang akan dipake Vido. Waktu saya nanya-nanya pricelist, sekalian juga saya kepoin gaun-gaunnya. Harganya sih sebelas duabelas sama vendor pertama dan ketiga ya, murce abiss. Lumayan lah buat prewed. Lucu-lucu dan cukup bagus biarpun menurut saya terlalu simple modelnya untuk nikahan.








  Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @jogjagown

6. Amiros bridal
Yap. Inilah yang akhirnya saya pakai jadi vendor nikahan saya. Saya bolak-balik ke sini sambil galau pengen pake vendor ini atau enggak, juga bandingin sama beberapa vendor juga. Kalo untuk gaun-gaun di sini (waktu itu) belum banyak ballgown, lebih banyak yang model gaun yang berekor gitu lho. Lucu sih, tapi saya pengennya kan ballgown yakk. Akhirnya setelah galau berkepanjangan karena nggak ada vendor yang cocok di hati, si Amiros ini nawarin sewa perdana. Kebetulan dia punya kain yang salah beli atau gimana gitu buat kawinannya dia sendiri, trus kayaknya jadi belum kepake. Saat itu dikasih special price dan alhamdulillah masih masuk budget saya. Dan akhirnya saya pun cuss pake Amiros.





 Foto discreenshot langsung dari instagram vendor.
Instagram: @amirosweddingdress


Pertimbangan saya untuk milih gaun ini cukup lama. Karena (sejujurnya) budget untuk gaun sangat minimalis. Tapi namanya manusia yak, apalagi cewek, maunya gaun yang bagus tapi harganya murah hahahaHAA! Tiap survey, adaaaa ajaa detail-detail gaun yang nggak pas di hati. Setelah mencoba realistis, apalagi survey kanan-kiri nggak ada yang sreg di hati, akhirnya saya memantapkan hati untuk pilih Amiros Wedding Dress untuk jadi vendor  gaun saya. Walaupun hati rasanya masih pengen pake gaunnya Merry Ika yang kekecilan tadi, tapi ya sudah lah. Mungkin itu yang dinamakan tidak berjodoh, say! HAHAHA!


Apa saja yang didapat saat menyewa gaun?
Paketnya sih terdiri dari gaun, manset, jilbab, dan sepatu. Untuk accesoriesnya enggak termasuk ya, tapi waktu itu di detik-detik terakhir, perias saya minta pihak Amiros untuk nyediain mahkota buat accesories saya. Hakhakhak! Tapi itu mungkin karena perias saya dan ownernya Amiros sudah saling kenal gitu ya, jadi bisa-bisa aja dipinjemin. Mungkin lho! By the way, sepatu di Amiros juga handmade. Disesuaikan motifnya dengan gaun. Jadinya lebih orisinil. Sebenernya, karena di Amiros fokusnya hanya di gaun (tidak seperti vendor lain yang mungkin menyediakan MUA atau fotografi), saya jadi merasa bahwa tiap-tiap gaun yang disewakan memiliki ciri khas sendiri. Setiap gaunnya juga diproduksi sendiri.
Supaya sekalian dan tidak ribet nyari-nyari vendor lagi, di sini saya sewa sepasang gaun dan jas untuk akad dan sepasang gaun dan jas resepsi. Dan yang disewakan perdana hanya gaun resepsi saja. Untuk jas, kelengkapannya hanya jas dan celana panjang saja. Mau pake vest? Bisa, tapi nambah biaya lagi. Gaun akadnya sih cucok ya, dari awal saya udah suka, malah tadinya mau saya pake buat resepsi (sebelum ditawarin sewa perdana). Tapi karena terlalu simple untuk resepsi (menurut saya lho ya) dan juga setelahnya ditawarin sewa perdana, akhirnya gaun tadi saya pake buat akad. Iya, akad pake gaun, nggak pake kebaya. Nggak papa kan? Namanya juga nikahan, sekali seumur hidup, apa-apa harus diwujudkan sesuai keinginan yang nikah. Berhubung kebaya itu identik dengan adat, jadi saya lebih baik pilih pake gaun aja saat akad. Bebaaas! :)


Proses Sewa Perdana
Setelah deal sewa perdana, saya bayar DP untuk melanjutkan proses produksi. Lalu badan dan kaki saya diukur. Ngomong-ngomong, di sini sewa perdana juga termasuk sepatunya juga. Jadi saya dibikinin sepatu baru juga hehe. Setelah itu, sudah deh. Tinggal nunggu proses produksi. Kalo saya sih, karena kainnya sudah ada duluan, jadinya nggak ada proses belanja bareng. Proses belanja kain bareng ini juga tergantung dari masing-masing vendor ya, tapi rata-rata temen saya yang sewa perdana sih pada belanja bareng supaya bisa milih motif broklatnya.
Nah berhubung saya sudah disediakan kain, jadi si owner hanya beli beberapa motif buat pelengkap aja. Persetujuannya cuma lewat foto. Saya sih oke-oke aja, yang penting motifnya bagus hahaha. 

Setelah gaun 50% jadi (sekitar 2-3bulan), saya disuruh ke studio Amiros untuk fitting. Hati-hati sama berat badan ya! Jangan sampai naik atau turun supaya nggak terlalu banyak yang dipermak. Kalopun berubah berat badannya, jangan sampai yang signifikan. ehehe! Saya saat itu sempet naik (atau turun ya?) berat badannya. Pokoknya berubah. Terus sama ownernya dibikin tali bagian belakangnya, supaya lebih aman kalo nanti masih berubah-ubah beratnya. Hiks. Untung ownernya pengertian yakk! :D
50% done
Karena saat itu saya dapat special price, jadinya total biayanya harus dilunasi saat gaun udah 50% jadi. Trus saya nunggu lagi sampe fitting kedua ketika gaun udah 90% jadi, dua bulan kemudian.


Yuk dimari buat yang mau lihat gaun saya:
GAUN DAN JAS AKAD 
Sewa biasa (tidak sewa perdana)
gaun akad saya berbentuk longdress dengan ekor di belakang dan juga veil untuk hiasan jilbabnya. Papoyiiiit!
closer

detail
 
jas akad

GAUN DAN JAS RESEPSI
Gaun sewa perdana, Jas sewa biasa
overall
detail

detail bagian depan
detail bagian belakang
jas resepsi

menjuntai-juntai as I wish :D

Gimana rasanya sewa gaun di Amiros Wedding Dress?
Saya sangat puas sewa gaun di sini. Banyak banget yang muji-muji gaun saya dan nanya sewanya di mana. Saya sendiri sangat puas karena gaunnya sesuai dengan ekspektasi saya. Padahal, saya nggak request macem-macem lho. Saya cuma bilang mau dibikinin ballgown warna gold, detail dan modelnya terserah ownernya aja. And surprisingly, gaunnya baguuuusss bangeeett!! Luuuvv! Sayang banget sepatunya nggak kefoto, padahal saya juga suka banget sama sepatunya. Overall was good

Ownernya juga baik dan ramah banget. Saya sering banget bolak-balik ke sini (apalagi jaman masih survey gaun), orangnya baik banget ngertiin saya yang sering banget wira wiri ke sana, galau banget karena nggak dapet-dapet gaun yang pas di hati sampe akhirnya ditawarin buat sewa perdana. Sebelumnya, bahkan dikasih saran dan masukan buat gaun nikahan yang kek mana yang mau disewa. Uuuuuhh, luuuvvv bangeeet!
Hanya aja, lebih baik H-2 atau H-1 kita pick up sendiri gaunnya supaya lebih tenang dan nggak kemrungsung saat hari H. Saat itu saya ditawarkan untuk diantarkan gaunnya (karena saya sewa dua gaun), dan gaunnya diantarkan mepet banget sama jam akad. Sampe-sampe, saya dah selesai make up tapi gaunnya belum dateng! Jadi, lebih baik kan kita ambil sendiri gaunnya :)

Juga lebih diperhatikan lagi ya, jika kamu sewa perdana seharusnya gaun kamu tidak dipakai sama orang lain dulu. Pokoknya yang pake gaunnya pertama kali adalah kamu. Saya agak sedikit kecewa karena gaun saya saat itu dipakai model untuk fashion show di pernikahan ownernya. Padahal sebelumnya dibilang kalo gaunnya cuma didisplay aja pake manequin, nggak bakal dipake sama model. Eh taunya saya lihat di tag-tagan foto, ada juga itu gaun saya dipake model :) Tapi ya sudah lah, untungnya saya bukan orang yang terlalu mempermasalahkan hal itu. Dan lagi, untungnya gaunnya cuma dipake sama model (bukan dipakai sama pengantin beneran). Ehehehe jadi kecewa dikit mah wajar yaaa, buat pelajaran di kemudian hari.

Dan yang paling penting! Hati-hati dalam memperlakukan si gaun tersebut. Pastikan kamu nggak pakai aksesoris apapun saat memakai dan melepas gaunnya. Pengalaman saya niiihh, saking capeknya, saya lupa copot cincin kawin sebelum lepas gaun. Alhasil, bagian lengan gaun pun dua-duanya sobek! Hiks! Gaunnya jadi rusak deh. Untung aja cuma suruh ganti biaya perbaikan. Kalo suruh beli gaunnya gimana? HAHHAHAAHA!! Jadi ingat ya, perlakukan gaun dengan hati-hati karena kita hanya menyewanya. Harus ekstra hati-hati pokoknya, jangan sampe lecet dan kurang sedikitpun. Karena vendor bridal kan beda yaa sama vendor lainnya, dalam artian kita harus balikin lagi barang yang kita sewa ke vendornya. Beda sama catering, dekor, MUA, foto atau video yang mana kita nggak perlu balik-balikin apapun lagi ke vendor. Overall, di luar gaun yang dateng telat dan gaun yang udah dipake model, saya sangat puas sewa di sini, baik dari sisi gaunnya yang bagus banget, maupun dari keramahan si ownernya :)

Cheers!