#1Minggu1Cerita Week 6: Terpaksa Berpisah




Suatu waktu, di kala segala sesuatu sudah tak mungkin lagi bisa bersatu.

Aku dan kamu, duduk di satu ruang dan waktu yang sama. Memandang secangkir kopi yang tak habis biarpun pagi sudah berubah menjadi senja. Menikmati segala rasa yang terjadi di antara sempitnya hari. Juga bertanya dalam hati, kapan saat ini akan terulang lagi.

Aku masih memandang kamu, yang sebentar lagi akan beranjak. Biarpun aku tau kamu juga enggan, tapi aku tak memiliki niat untuk menahan langkahmu. Sepertinya kamu juga tak ingin aku menghalangi, pun aku juga tau hatimu masih ingin di sini. Tapi kita berdua sama-sama tau, sepanjang apapun waktu kita saat ini, selama apapun rasa ini kita tahan di sini, tak akan mengubah keadaan yang ada setelahnya.

Akhirnya kamu pergi. Dan, tinggal aku di sini yang bernostalgi dalam kenangan bersamamu. Memandang punggungmu yang bahkan pergi tanpa melambai padaku lagi. Menengok kebersamaan kita yang sudah menguap tanpa tau ke mana arahnya. Hatiku tiba-tiba terasa sesak karena tau bahwa ini adalah akhirnya. Setelahnya, entah kapan aku bisa melihat matamu yang bersinar ke arahku lagi.

Aku masih merasakan tangan kita yang terpatri. Aku masih merasakan hati kita masih menyatu. Aku masih merasakan matamu yang memandang aku dengan penuh arti. Seketika aku menyadari bahwa rasamu tak akan pernah berubah, begitu juga dengan aku yang akan selalu menyimpan rasa ini untukmu. Mengendapkan segala kenangan yang pernah terjadi ke dalam sudut hati. Melawan segala kenyataan yang berusaha memisahkan kita. Dan kita tak pernah keluar sebagai juaranya.

Ternyata hatiku sakit merasakan sisa perpisahan yang ku alami sendirian. Kamu sudah duluan pergi. Mungkin kamu juga membawa sisa sakit hati bersamamu, tapi aku tak pernah tau bagian itu. Aku juga tak pernah mengerti kenapa hal ini akhirnya terjadi. Yang ku tau hanyalah kamu tak akan kembali, biarpun aku menangis, kamu tak akan pernah membalikkan langkahmu lagi. Biarpun mungkin kamu menyimpan air mata di balik langkahmu, tapi itu juga tak akan pernah memutarkan waktu supaya kita bisa tetap bersatu.

Aku berjanji untuk ingat hari ini. Mengingat sebuah hari yang menjungkirbalikkan hati. Mengingat sebuah hari yang melekat pada satu rasa dalam hati. Mengingatkan kembali bahwa ternyata, saling cinta bukan berarti harus bersama. Aku janji tak akan lupa, tapi aku janji akan terus melangkah supaya kenangan ini tak sia-sia. Akan ku buktikan bahwa aku juga bisa bahagia, walau di awali dengan hati terpaksa.

Bila nanti esok hari ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya ~ Kerispatih





0 komentar:

Post a Comment