#1Minggu1Cerita: Accepting God's Plan

Sebagai pasangan yang baru menikah selama hampir tiga tahun, saya merasa bahwa kami adalah pasangan yang belum sempurna. Hidup LDR, belum punya anak, pekerjaan masih jadi officer, agama juga masih belum banyak ilmu. Semua menjadikan saya dan Vido sebagai pasangan yang nggak sempurna. Bukannya kami nggak belajar dan ikhtiar. Kami banyak-banyak belajar. Kami banyak-banyak berusaha. Apapun yang ingin kami capai, kami benar-benar usahakan. Kami juga tidak memiliki hati yang sempurna. Kami masih iri dengan pencapaian pasangan-pasangan lain, kami masih iri dengan pasangan-pasangan yang saat ini sudah jadi manager atau punya usaha sendiri, kami masih iri dengan pasangan-pasangan yang tinggal serumah dan dikaruniai anak yang lucu-lucu, kami masih iri dengan pasangan-pasangan yang sholat jamaah dengan lantunan surat yang sangat merdu beserta hafalan doa-doa yang panjang.

Well, saya rasa itu manusiawi. Semua orang pasti pernah merasakan bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput kita. Saya pun begitu. What I mean of mentioning those toxics in my thought is to realize that God already put our destiny in right path. Yup. Saya, sebagai perempuan yang nggak sempurna, pastinya pernah (dan sering) iri dengan semua yang dicapai perempuan lain. Kadang suka jadi pathetic karena diri sendiri nggak pernah bisa mencapai titik itu. Tapi sisi positifnya adalah saya jadi terpacu untuk jadi lebih baik lagi. Lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri berikut dengan pencapaian-pencapaian yang lebih baik.

Belum lama ini, sekitar  dua bulan yang lalu, suami saya berhasil pindah kerja di Jogja. Hal itu sangat membuat kami bahagia. Itu adalah pencapaian terbesar tahun ini yang bahkan sudah kami ikhtiarkan dari jaman kami masih pacaran. We're so grateful and never stop to thank God for this destiny. Kami bener-bener percaya bahwa ini benar-benar takdir Tuhan yang membuat kami akhirnya bisa memangkas ketidaksempurnaan kami sebagai pasangan LDR. Biarpun suami masih jadi officer (bahkan kami masih rada insecure apakah gaji suami nantinya lebih gede atau lebih kecil dari kantor sebelumnya), but we're so grateful dan janji nggak akan menyesali apapun yang akan terjadi nantinya setelah suami pindah kerja. Buat kami, hidup bareng udah salah satu nikmat Tuhan yang tak terkira. Menyempurnakan satu bagian kehidupan kami sebagai pasangan.

Dan baru beberapa minggu yang lalu, saat saya ngantor (karena kantor saya WFH, jadi saya hanya sesekali aja ke kantor untuk membereskan beberapa file), saya ketemu dengan temen-temen satu divisi saya. Ada satu temen saya (sebut aja Mbak V) yang senasib sepenanggungan di mana kami sama-sama LDR dan belum dikasih anak. Di tahun yang sama, suaminya mbak V juga berusaha pindah ke Jogja sama kayak Vido, tapi sayangnya masih belum bisa keterima di tahun ini. Ikut sedih juga sih karena mereka LDR lebih lama dari saya, kayaknya dari 2012 sudah LDR. Nah, singkat cerita, hari itu juga Mbak V barusan beli test pack karena dia udah telat beberapa hari dan hasilnya positif. Dia sampe dua kali tes pake merk beda, plus masih saya temenin juga tesnya di toilet kantor. Hasilnya sama, POSITIF. Dia bahagia banget karena akhirnya hamil. Dan, saya pun kaget.

Yang bikin kaget adalah, betapa Tuhan udah atur pos-posnya sendiri untuk rejeki tiap-tiap umatnya. Saya seketika tersadar bahwa rejeki saya di tahun ini adalah hidup bareng suami tanpa perlu LDR-LDRan lagi, meskipun belum dikasih hamil. Sedangkan Mbak V, tahun ini dikasih rejeki berupa hamil, meskipun belum bisa hidup bareng suaminya. Yup, Tuhan bener-bener sangat-sangat baik dan tau betul apa yang paling tepat yang bisa dikasih ke umatnya. Seketika saya tersadar betapa rejeki untuk nggak LDR lagi itu sama besarnya dengan rejekinya Mbak V yang dikasih anak sama Tuhan. Wow. Emejing.


Menerima apa yang udah direncanakan oleh Tuhan adalah sesuatu yang baik. Karena balik lagi kita cuma manusia, yang rupanya hanya bisa merencanakan. Approvalnya tetep dari Tuhan, dan seperti banyak orang bilang bahwa rencana Tuhan tentunya jauh lebih indah. Kami pun nggak henti-hentinya bersyukur, sama seperti Mbak V yang nggak henti-hentinya bersyukur. Buat saya dan suami, kami percaya bahwa ada saatnya nanti Tuhan kasih apapun yang kita panjatkan walaupun itu udah dari bertahun-tahun yang lalu. Kalopun nggak dikasih, Tuhan pasti punya rencana lain yang harus dan pasti akan kita terima dengan ikhlas dan senang hati. Buat kami, saat ini nggak perlu jadi manusia sempurna. Buat kami, udah nggak penting lagi melihat rumput tetangga. Saya rasa, saat ini adalah saatnya menikmati sepotong rejeki yang udah dikasih sama Tuhan, sambil terus memanjatkan dan berikhtiar untuk rejeki-rejeki lain yang masih kami usahakan. 


Well, it was a good thing from God to face another year ahead.

Cheers!




4 komentar

  1. 1st of all, selamat ya Mbak, sekarang sudah nggak perlu LDR-an lagi sama suami. Dan, terkait menerima rencana-Nya, memang bener sih...nggak mudah.

    Apa lagi saat kita membandingkannya dengan rencana-Nya untuk orang-orang di sekitar kita yang, kayanya lebih baik daripada rencana-Nya untuk kita. Take lots of effort and mindfulness untuk sekedar berbaik sangka pada rencana-Nya itu.

    Later on, saat kita lebih dewasa atau situasinya lebih 'bersahabat' barulah kita menyadari betapa indah rencana-Nya itu. Beratnya itu memang menerima dengan kondisi kita saat ini. Feels like...come on God, are You kidding me.

    Semoga Mbak Deira & keluarga dimampukan untuk selalu berprasangka baik pada rencana2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Prima!
      Alhamdulillah sekarang udah bisa tinggal bareng suami hihi.

      Bener mas, kadang kita menyadari bahwa rencana itu baik (dan indah) saat kita udah melewati masa-masa "ketidak-ikhlasan". Yah, tapi itu manusiawi ya mas, namanya juga manusia hehe.

      Anyway, makasih ya udah mampir ke sini. Makasih juga untuk doa baiknya, semoga semua doa baik kembali lagi ke mas Prima hehe.

      Delete
  2. Selamat ya mba akhirnya bisa tinggal bareng sama suami. Semoga nanti akan diberikan anak di waktu yang tepat mba :)
    Yang penting jangan lupa berdoa dan berusaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Zakia!
      Makasih ya doa baiknya :) semoga segala yang baik-baik kembali ke Mbak Zakia.

      Makasih udah mampir ke sini :)

      Delete